Kisah Heroik Mayor Sugeng, Marinir yang Korbankan Nyawa demi Bawa Amunisi untuk Kopassus
Kisah ini bermula saat sehari sebelumnya Kogasgab Seroja yang bermarkas di Kota Dili menerima permintaan bantuan logistik dari satu pasukan Kopassus. Mereka dalam posisi terkepung pasukan Fretilin dan kekurangan amunisi.
Menerima permintaan tersebut, satuan pesawat dari Pelita Air Service yang diperbantukan ke Kogasgab diperintahkan untuk mengirimkan logistik berupa makanan, amunisi dan obat-obatan. Tetapi mendengar Kota Same sedang dalam pengepungan, penerbang yang sebenarnya mendapat giliran tugas hari itu menolak untuk bertugas.
Melihat hal itu, Kapten KKO Sugeng yang sudah bertugas pada hari sebelumnya bersedia menggantikannya dengan sukarela. Hal itu kemungkinan besar didasarkan pada pengalamannya sebagai pasukan Infanteri di Batalyon I KKO.
Kemudian dari lapangan terbang Komoro di Kota Dili, Kapten Sugeng menerbangkan pesawat helikopter jenis Bolkow 105 dengan mengangkut logistik yang diminta satuan Kopassus.
Penerbangan pun dilakukan menuju Kota Same, yang dikuasai Fretilin. Sewaktu melakukan manuver ‘approach’, yaitu pendekatan untuk mendarat di ‘landing spot’ yang telah disediakan, dia menerima berondongan peluru dari pasukan Fretilin yang mengepung Kota Same.