Dalam acara yang dihadiri sekitar 1.000-an warga masyarakat Sentani Jayapura dilangsungkan prosesi makan sagu se-Helai Papeda. Filosofi dan makna acara adat ini yakni, ‘jika ada masalah, ada perseteruan, perbedaan pendapat, maka dengan makan bersama se-Helai Papeda segala urusan menjadi selesai dalam semangat damai. Se-Helai Papeda jika diterjemahkan bebas, artinya sebaskom atau senampan sajian papeda, makanan khas Papua berbahan baku sagu.
Prosesi adat se-Helai Papeda diikuti oleh seluruh masyarakat di bawah tenda yang sudah disiapkan.
"Papeda merupakan tanda persatuan dan kesatuan. Dengan makan (papeda) bersama artinya semua bersatu dengan para pemimpin kampung. Kalau sudah duduk bersama makan papeda, maka tidak ada perselisihan. Hal itu yang kami pegang terus sampai sekarang," ujar Ondofolo Demas Tokoro.
Sementara itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura menyebut kehadiran BNPB merupakan wujud perhatian pemerintah pusat mulai dari saat bencana sampai masa pemulihan pascabencana banjir Sentani. Hal itu sekaligus menunjukkan negara benar-benar hadir untuk masyarakat Papua sebagai pelipur lara dan solusi persoalan yang ada.
"Kami saat ini masih berduka, namun kami tidak mau menangis lagi. Kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat. Negara hadir di tengah masyarakat. Pemerintah pusat bersama kami di daerah dan semua warga di sini, sudah berjalan pada jalur yang benar," ucap Bupati Kabupaten Jayapura Mathius Awoitau.
Editor: Donald Karouw