Sehari sebelum meninggal, almarhum minta izin pulang ke rumah lebih dahulu karena kelelahan. Ketika itu di perjalanan jatuh, almarhum dua kali terjatuh dari motor karena kelelahan, namun akhirnya berhasil tiba di rumah.
“Di situ saya punya firasat tidak enak. Saya telpon kembali, almarhum bilang sudah ada di rumah, pulang duluan karena kecapean,” ucapnya.
“Saat itu juga saya bilang akan menjemput almarhum untuk membawanya ke rumah sakit. Tapi beliau bersikeras mengatakan tidak apa-apa, hanya kelelehan saja. Besoknya, almarhum mulai merasa sesak napas, kemudian kami bawa ke rumah sakit namun sudah tidak bisa tertolong,” tuturnya.
Ketua KPU Kabupaten Sorong Adomince Pandori mengungkapkan pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke KPU Papua Barat. Hal ini agar dilanjutkan ke KPU pusat sehingga korban mendapat santunan.
“Kami (KPU Sorong) juga akan berpartisipasi dalam kedukaan ini. Sesuai informasi jenazah almarhum akan diterbangkan ke kampung halamannya di Toraja,” ujar Adomince.
Editor: Donald Karouw