Kasus Oknum Polisi jual senjata ke KKB di Papua, Polri: Belum Ada Tersangka Baru
"Satu butir peluru itu pasti ada harganya apalagi sampe satu pucuk senjata, itupun ada harganya. Tentunya menguntungkan secara ekonomi untuk secara besarannya masih didalami lagi. Yang pasti menguntungkan," ucapnya.
Sebelumnya dua anggota polisi yang berasal dari Polresta Ambon dan Pulau Lease diduga menjual senjata api dan amunisi ilegal kepada KKB di Papua.
Divisi Propam Polri bahkan telah mengirimkan tim khusus untuk membantu Propam Polda Maluku menyelidiki kasus penjualan senjata api tersebut.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M Roem Ohoirat mengatakan, pengungkapan kasus yang menyeret dua oknum polisi itu berawal dari penangkapan pembeli senjata di Papua Barat.
"Mulanya Polres Bintuni, Papua Barat, menangkap warga yang membelinya beserta barang bukti berupa senjata api. Lalu (kasus) dikembangkan dan ditangkap (oknum anggota Polri)," kata Roem.