Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Penggeledahan Kantor Dinkes Ponorogo Berlangsung 8 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
Advertisement . Scroll to see content

Kapolri Siap Back Up KPK Tangani Kasus Lukas Enembe, 1.800 Personel di Papua Disiagakan

Jumat, 30 September 2022 - 15:01:00 WIB
Kapolri Siap Back Up KPK Tangani Kasus Lukas Enembe, 1.800 Personel di Papua Disiagakan
Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo menyatakan siap mem-back up KPK dalam menanganai kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe. (Foto: Riana Riskia/MPI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Nugroho menyatakan siap mem-back up Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menangani kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe. Dia telah menyiagakan sedikitnya 1.800 personel Polri di Papua apabila dibutuhkan KPK.

"Terkait dengan kasus Lukas Enembe, kami telah menyiapkan 1.800 personel di Papua, dan kami siap mem-back up apabila KPK meminta," kata Listyo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/9/2022). 

Dia pun menegaskan pihaknya berkomitmen mendukung pemberantasan korupsi. Dirinya mengaku siap mem-back up KPK apabila dibutuhkan.

"Kami mendukung penuh pemberantasan korupsi," kata dia.

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan Gubernur Papua, Lukas Enembe sebagai tersangka. Berdasarkan informasi yang dihimpun, politikus Partai Demokrat tersebut diduga terjerat sejumlah dugaan kasus korupsi, di antaranya terkait penerimaan suap dan gratifikasi proyek di daerah Papua.

Lukas juga telah dicegah bepergian ke luar negeri oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) atas permintaan KPK. Dia dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan hingga 7 Maret 2023.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut