Kapolda Papua Beberkan Kronologi KKB Tembaki Puluhan Pekerja di Nduga
Sambil melakukan tarian perang, KKB mengeksekusi satu per satu pekerja proyek. Tiga korban yang masih hidup kemudian melarikan diri, namun kembali ditangkap KKB dan dieksekusi menggunakan parang.
Beberapa pekerja lainnya yang masih hidup kembali mencoba melarikan diri. Namun, d orang lagi tertangkap dan juga dieksekusi. Sedangkan enam orang lainnya berhasil melarikan diri dengan berbeda arah. Empat orang berhasil selamat, yakni Jimmy Aritonang, Martinus sampe, Ayub, dan Jefriyanto. Tiga luka tembak, yakni Jimmy, Simanjuntak dan Hutagaol yang dan sampai saat ini masih belum ditemukan.
Menurut Kapolda, korban yang selamat tersebut berlindung jalan kaki kerah pos TNI di Mbua. Malamnya sekitar pukul 05.00 WIT, Pos Mbua diserang. Mendapat serangan dari KKB dengan tameng masyarakat yang juga ikut melempar dengan batu dari semua arah pos, kemudian terjadi penembakan.Wadanpos Mbua, Serda Handoko terkena tembak dan gugur dalam kejadian itu. Sedangkan Pratu Sugeng mengalami luka tembak. Kontak tembak terjadi pada pukul 05.00 sampai 21.00 WIT. “Kontak tembak berhenti karena hujan deras,” kata Kapolda.
Menurut Kapolda, pada Minggu, 2 Desember 2018, informasi tersebut masih simpang siur terkait adanya penembakan dan penyanderaan. Pada Senin (3/12/2018), dengan izin Panglima Kodam, personel TNI/Polri yang ada di Wamena untuk dikirim ke TKP dari Kodim Jayawijaya dan Polres Jayawijaya dengan jumlah 25 orang berangkat dengan menggunakan mobil.
“Di tengah jalan, masyarakat menghentikan personel gabungan. Sehingga, mereka kembali ke pos. Dari informasi masyarakat kekuatan anggota saat itu tidak seimbang dengan KKB,” katanya.