Identitas Prajurit TNI Gugur Diserang KKB di Nabire, Serda Hamdani asal Maros
Kelompok penyerang juga dilaporkan membawa kabur sejumlah inventaris keamanan. Di antaranya satu pucuk senjata api jenis Pistol G2 Combat, magazin serta 10 butir amunisi kaliber 9 milimeter.
Sementara itu, suasana duka menyelimuti rumah orang tua Serda Hamdani di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Pihak keluarga tidak menyangka komunikasi terakhir pertengahan Februari lalu menjadi percakapan penutup.
Saat itu, almarhum sempat mengirimkan uang untuk persiapan kebutuhan bulan Ramadan. Momen tersebut kini menjadi kenangan terakhir sebelum kabar duka datang.
"Almarhum orang yang baik dan bertanggung jawab. Kami terakhir bicara saat dia kirim uang buat puasa," ujar Hamka, Minggu (22/2/2026).
Serda Hamdani diketahui telah bertugas di Papua sejak 2024. Sebelumnya, dia berdinas di Batalyon 726 Bone dan pernah menjadi Babinsa di Kabupaten Soppeng.
Prajurit TNI gugur di Nabire Papua Tengah ini meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih kecil. Keluarga di Maros masih berkoordinasi dengan kesatuan untuk memastikan jadwal pemulangan jenazah.
Rencananya, Serda Hamdani akan dimakamkan secara militer di kampung halamannya. Upacara tersebut menjadi penghormatan terakhir atas pengabdian prajurit TNI gugur di Nabire Papua Tengah kepada NKRI.
Editor: Donald Karouw