Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ribuan Kendaraan Tinggalkan Bandung Hindari Puncak Arus Balik Libur Panjang
Advertisement . Scroll to see content

Harga Tiket Pesawat Dinilai Pengaruhi Kunjungan Liburan di Raja Ampat

Jumat, 31 Mei 2019 - 08:16:00 WIB
Harga Tiket Pesawat Dinilai Pengaruhi Kunjungan Liburan di Raja Ampat
Kondisi wisata di Raja Ampat Papua sepi kunjungan wisatawan. (Foto: Dok iNews).
Advertisement . Scroll to see content

RAJA AMPAT, iNews.id - Kenaikan tiket pesawat dinilai akan mempengaruhi kunjungan wisatawan di musim liburan tahun ini ke sejumlah daerah Indonesia. Diperkirakan, banyak orang enggan mendatangi Raja Ampat, Papua Barat, karena masalah efisiensi biaya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo mengatakan, sedikitnya 40 persen wisatawan membatalkan kunjungannya ke Raja Ampat pada liburan lebaran tahun ini.

"Semua tour yang sudah booking batal ke Raja Ampat, karena harga tiket menurut mereka sangat tidak rasional. Sangat mahal sekali," kata Yusdi kepada wartawan di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Jumat (31/5/2019).

Menurut dia, saat ini harga tiket menuju ke luar negeri seperti Eropa, Jepang atau negara-negara lainnya lebih murah jika dibandingkan ke kabupaten Raja Ampat.

Yusdi berharap masalah ini tidak berlarut-larut, dan Pemerintah segera mengambil langkah, sehingga harga tiket penerbangan ke Raja Ampat khususnya kembali normal.

"Sejak Desember 2018 sampai sekarang (Mei 2019) harga tiket ke Sorong, Papua ini luar biasa tingginya. Bukan cuma wisatawan, masyarakat Papua juga mengeluh," katanya.

Dia mengakui, fenomena ini tidak saja dialami warga di Raja Ampat saja, tapi semua daerah wisata di Indonesia. Dampaknya, menurutnya, akan membawa pengaruh negatif terhadap perkembangan wisata tanah air.

"Ini otomatis, karena berkurang jumlah wisatawan maka berkurang juga orang yang menginap baik di hotel, resort, homestay maupun penginapan. Jika orang berkurang otomatis pendapatan atau pemasukan turun," katanya.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut