Diteror KKB, Distrik Suru-Suru di Yahukimo Kosong Hampir Setahun Ditinggal Warganya
“Kehadiran saya bersama prajurit Bataliyon R 600/Modang untuk memberikan rasa aman yang nyata kepada warga setempat. Hidup di hutan hanya membuat kita semakin terpuruk. Apalagi anak-anak, mereka butuh pendidikan, kesehatan dan bermain,” ucapnya.
Dandim 1715 Yahukimo Letkol Inf JV Tethool membenarkan hal tesebut. Dia mengatakan pascainsiden teror TPNPB-OPM, warga berbondong-bondong meninggalkan perkampungan karena rasa takut.
“Dari hasil analisis kami, ada teror dari TPNPB dan politik di sana. Kenapa ada politik, lantaran kelompok ini kami deteksi di tunggangi elite-elite politik yang tak menyukai kepala daerah di sana. Hanya saja yang jadi korban masyarakatnya,” kata Tethool.
Menurutnya, warga setempat saat ini masih berada di wilayah tersebut. Hanya saja tidak lagi mendiami kampung yang mereka bangun, melainkan tinggal ke dalam hutan.
“Pemda setempat bersama TNI selalu berupaya mengajak mereka kembali hidup seperti biasa di kampung. Hanya saja isu-isu teror sangat kencang mempengaruhi warga sehingga muncul rasa ketakutan yang berlebihan,” ucapnya.