Demo Rusuh di Wamena dan Jayapura, Ini Respons Gubernur Papua
Informasi yang diterimanya, terdapat korban seorang prajurit TNI yang meninggal dan empat orang terluka. Sementara dari massa pendemo juga ada korban. Namun belum mengetahui jumlahnya berapa banyak, tapi ada yang luka-luka.
"Hentikan semua kegiatan yang bersifat berbau kejahatan dan ketertiban masyarakat Papua," ucapnya.
Gubernur Papua menambahkan, pemerintah menyiapkan transportasi bagi mahasiswa untuk kembali ke kota studi. Jangan datang ke Papua lalu mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat setempat dengan jargon-jargon tertentu.
"Pasti aparat keamanan akan menindak tegas jika saudara mengganggu aktivitas pemerintah, termasuk pembakaran maupun pemblokiran ruas jalan. Jadi saya minta semua dihentikan," tuturnya.
Diketahui, dalam demo di Wamena, massa didominasi pelajar SMA membakar sejumlah fasilitas umum. Mereka berunjuk rasa setelah termakan hoaks adanya kejadian oknum guru mengeluarkan kalimat rasis dan telah beredar ajakan demo bertajuk aksi solidaritas sejak Minggu (22/9/2019).
Sementara demo di Jayapura dari kalangan mahasiswa yang eksodus dan menduduki Universitas Cenderawsih (Uncen). Suasana sempat kondusif dan para mahasiswa dibawa dengan menggunakan kendaraan TNI dan Polri ke kawasan Expo Waena.
Namun terjadi gesekan dan penyerangan. Seorang prajurit TNI dari Yonif 751/Raider Praka Zulkifli Al Karim yang melaksanakan tugas BKO Polda Papua meninggal dunia. Dia gugur setelah menjadi korban penusukan dan pembacokan massa pendemo.
Editor: Donald Karouw