Cerita Jenderal TNI AD Dinas di Papua : Ubah Batalyon Hancur Lebur Jadi Terbaik

Mencekamnya suasana saat itu digambarkan oleh Sertu Abidin, anggota Batalyon 751 pada 2003-2016. Selain obral tembakan, juga ada yang melempar batu dan lainnya.
“Sehingga mako yang ada di Batalyon 751 hancur. Dapat dibilang 80 persen hancur, bahkan ruangan komandan pun rusak,” ucap Abidin dalam tayangan video yang sama.
Tatang menceritakan, kerusakan itu tidak hanya bangunan fisik. Dia juga menghadapi tantangan besar secara nonfisik. Perintah telah datang, dia pun menerima tanggung jawab untuk memimpin batalyon yang porak-poranda itu.
Segala kehancuran fisik dibenahi. Abituren Akademi Militer 1993 ini berprinsip bagaimana menjadikan batalyon yang dipimpinnya, tempat para prajurit dari Jawa ditugaskan di situ akan kaget dengan suasana yang ada.
Tatang mengadopsi penataan Markas Pusdikpassus di Batujajar, Jawa Barat. Dia mencoba menerapkannya di Balyon 751. “Semua yang ada di Batujajar saya pikul ke sana, saya pikul semuanya, saya buat di sana,” katanya.