Bandekut, Tikus Babi Salah Satu Hewan Endemik Papua
Kaki belakang bandikut lebih panjang dari kaki depan yang mirip kanguru atau walabi. Inilah mengapa bandikut mampu berlari kencang dan melompat.
Pada tungkai kaki depan yang pendek memiliki tiga cakar untuk menggali tanah dan hasil pertanian masyarakat seperti umbi-umbian. Selain itu, bandikut juga memangsa serangga di perkebunan.
Populasinya tersebar luas di dataran rendah pada habitat hutan tertutup, hutan terbuka, padang rumput dan semak belukar yang lebih kering. Lokasinya terletak di Pulau Waigeo, Biak dan Yapen serta bagian utara dan timur Manokwari, Merauke serta selatan New Guinea.
Tikus bandikut ini sering menjadi hama bagi manusia karena mengonsumsi tanaman pertanian seperti singkong, keladi, betatas atau ubi jalar dan lain-lain. Tak heran, bandikut kerap menjadi musuh para petani.
Masyarakat setempat juga kerap mengonsumsi daging bandikut. Tak sedikit hewan berkantong ini diburu untuk dijual secara eceran maupun konsumsi sehari-hari.