Asal Usul Lagu Dari Sabang Sampai Merauke, Ternyata Judulnya Diubah Soekarno
Awalnya lagu "Dari Sabang Sampai Merauke" berjudul Dari Barat ke Timur yang diciptakan ketika R Soerarjo merasa khawatir karena Jepang menutup seluruh sekolah yang ada sehingga mengakhiri karier mengajarnya sebagai guru.
R Soerarjo menulis lagu tersebut dalam keheningan mistik pada tanggal 20 Mei 1942 di Pendapa Perguruan Taman Siswa Nganjuk. Dia merupakan seorang guru besar di perguruan tersebut.
Saat Presiden Soekarno berpidato dalam rapat umum di Ujung Pandang (Makassar) tanggal 6 Mei 1963, dia meminta izin kepada pencipta lagu Dari Barat ke Timur untuk mengganti judulnya menjadi Dari Sabang sampai Merauke. Di mana pada tahun itu, Indonesia sedang berjuang mengintegrasikan Papua Barat ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Presiden Soekarno mempunyai pertimbangan tersendiri untuk mengubah judul lagu tersebut. Salah satunya adalah untuk menegaskan wilayah geografis Indonesia terbentang dari Sabang di ujung barat hingga Merauke di ujung timur. Bukan barat dan timur yang mungkin mempunyai makna ganda karena kurang jelasnya letak geografis.
Selain itu, R Soerarjo ingin menunjukkan pada bait lagu ini, bahwa Indonesia memiliki lebih dari 300 kelompok etnis atau suku bangsa. Lebih tepatnya terdapat 1.340 suku bangsa.