Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pilu! Perempuan 26 Tahun di Jayapura Diduga Diperkosa Ayah Kandung dalam Rumah
Advertisement . Scroll to see content

Ansor Bentangkan Merah Putih 1.500 Meter di Perbatasan RI-Papua Nugini

Selasa, 18 September 2018 - 18:30:00 WIB
Ansor Bentangkan Merah Putih 1.500 Meter di Perbatasan RI-Papua Nugini
Tim Kirab Satu Negeri GP Ansor bersama ratusan siswa SMP di Papua membentangkan bendera sepanjang 1,5 kilometer di perbatasan RI-Papua Nugini, Jayapura, Papua. (Foto: KORAN SINDO/Abdul Hakim)
Advertisement . Scroll to see content

JAYAPURA, iNews.id - Tim Kirab Satu Negeri Gerakan Pemuda Ansor berhasil membuat catatan sejarah. Di Papua, tepatnya di perbatasan RI-Papua Nugini (PNG), Skouw-Wutung, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura,  tim kirab bersama masyarakat setempat, Senin (17/9/2018/) sore, membentangkan Merah Putih yang luar biasa panjang. Total panjangnya mencapai 1.500 meter.

Keberhasilan tim membentangkan Merah Putih di area perbatasan ini adalah yang pertama kali di Indonesia sehingga berhasil mencatatkan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Kain Merah Putih sepanjang 1,5 kilometer ini dibawa ratusan pelajar serta perwakilan organisasi masyarakat (ormas) di Papua. Warga Papua turut hadir menyemarakkan sepanjang rute dari Jayapura menuju Skouw-Wutung.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, dengan kegiatan ini pihaknya ingin menunjukkan bahwa persatuan di Papua masih kokoh. Dia semakin yakin bahwa rakyat Papua sangat mencintai Indonesia setelah melihat langsung perjalanan kirab yang dimulai dari Merauke, Minggu (16/9/2018) lalu. “Saya meyakini semangat nasionalisme dan kebangsaan warga Papua tidak pernah pupus,” ujar Yaqut.


Dia kembali menandaskan bahwa Kirab Satu Negeri digelar sebagai ikhtiar kecil GP Ansor untuk bersama-sama masyarakat membangkitkan rasa kecintaan Tanah Air. Hal ini penting karena akhir-akhir ini mulai muncul kelompok atau orang yang ingin mengubah konsesus kebangsaan.

Tak hanya itu, Yaqut juga menilai, ada sekelompo pihak yang menggunakan isu agama untuk kepentingan politiknya. “Hal ini sangat membahayakan keutuhan bangsa yang berdiri di atas kemajemukan,” ujar Gus Yaqut, sapaan akrabnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut