Analisis BMKG Penyebab Gempa Sarmi M6,6, Dipicu Aktivitas Sesar Anjak Mamberamo
BMKG juga mencatat, guncangan paling kuat dirasakan di wilayah Sarmi dengan skala intensitas V MMI, artinya getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk dan banyak orang terbangun dari tidur.
Di Jayapura, gempa dirasakan pada skala III MMI, terasa nyata di dalam rumah seperti getaran truk besar melintas. Sementara di Wamena, getaran tercatat dengan intensitas II MMI, dirasakan oleh beberapa orang dan membuat benda gantung bergoyang.
Meski getarannya kuat, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Daryono.
Hingga pukul 13.12 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). Tim masih terus melakukan pemantauan lanjutan di sekitar episenter untuk memastikan kondisi seismik wilayah tersebut tetap terkendali.
BMKG juga tengah memantau kemungkinan deformasi lanjutan di sekitar Sesar Mamberamo yang bisa memicu aktivitas gempa berikutnya.
Daryono mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dia juga meminta warga agar tidak berada dekat bangunan yang retak atau berpotensi roboh akibat guncangan.
Editor: Donald Karouw