Menurutnya, jembatan darurat sifatnya hanya sementara. Dibuat agar pejalan kaki dapat melintas serta menunjang aktivitas keseharian masyarakat. Di mana sebelumnya, jembatan yang hanyut terbuat dari kayu dan menjadi satu-satunya akses jalan protokol Jayapura-Sarmi.
Danramil Bonggo Kapten Inf Ratno menambahkan, musibah ini merupakan bagian dari tugas satuan kewilayahan yang harus tanggap melihat perkembangan situasi di daerah binaan. Sekaligus menjawab persoalan serta keluhan masyarakat.
“Semoga pembangunan jembatan ini dapat diselesaikan secepatnya sehingga transportasi Sarmi-Jayapura dapat berjalan lancar dan normal kembali,” ucapnya.
Sementara Kepala Kampung SP 1 Narum Dimas Sakuray (47) mengucapkan terima kasih kepada prajurit Kodim Sarmi yang telah terjun ke lokasi jembatan putus dan berinisiatif membuat jembatan darurat.
"Puji Tuhan dan terima kasih atas kepedulian bapak TNI membantu warga di sini membuat jembatan. Kami masyarakat memang sangat membutuhkan keberadaan jembatan darurat ini," tuturnya. (Dispenad)
Editor: Donald Karouw