6 Simpatisan Tentara Revolusi West Papua Diamankan Satgas Pamtas Yonif 328/K
Lebih lanjut Erwin menjelaskan, dari hasil pemeriksaan Tim Intel terhadap barang yang mereka bawa, ditemukan dokumen-dokumen dan buku agenda berisi kegiatan yang mereka lakukan di PNG. Acara itu berupa upacara dan kongres yang dipimpin langsung oleh Matias Wenda.
“Setelah acara selesai, kata mereka, Matias Wenda langsung kembali ke Indonesia,” ujarnya.
Tim Intel yang selesai memeriksa enam orang tersebut kemudian memberikan pemahaman kepada kepada mereka. Tim menyampaikan, perbuatan yang mereka lakukan salah dan bertentangan dengan aturan yang berlalu.
“Kami juga menegaskan bahwa saat ini Indonesia sudah merdeka dan Papua merupakan bagian dari Indonesia. Karena itu, tidak ada dalam negara berdiri sebuah negara,” ujarnya.
Dengan temuan tersebut, lulusan Akmil Tahun 2002 ini pun kembali memerintahkan anggotanya untuk lebih waspada terhadap para pelintas batas. Sebab, tidak menutup kemungkinan, rekan-rekan mereka datang bergelombang.
“Kami juga memperketat pengamanan baik terhadap pelintas dari arah PNG maupun sebaliknya dan melakukan pemeriksaan untuk meminimalisasi kejadian-kejadian serupa,” katanya.
Editor: Maria Christina