5 Flora Khas Papua, Ada yang Langka hingga Kaya Manfaat untuk Kesehatan
Buah merah merupakan tanaman khas Tanah Papua yang sudah ada sejak zaman prasejarah. Buah merah ini menjadi salah satu tanaman favorit untuk makanan masyarakat Papua.
Nama ilmiah yakni Pandanus conoideus dan termasuk famili Pandanaceae. Biasanya, olahan buah merah disajikan saat acara-acara adat.

Matoa merupakan salah satu flora khas Papua. Pohon matoa tergolong besar dengan tinggi rata-rata 18 meter dan berdiameter maksimum 100 cm.
Penyebaran buah matoa di Papua hampir terdapat di seluruh wilayah dataran rendah hingga ketinggian ± 1.200 mdpl. Pohon ini tumbuh baik pada daerah yang kondisi tanahnya kering (tidak tergenang) dengan lapisan tanah yang tebal.
Selain lezat, buah matoa ternyata memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Manfaat yang pertama untuk menurunkan tekanan darah tinggi karena memiliki kandungan zat yang bersifat diuresis.
Bunga Rhododendron atau banyak yang disebut Azalea, Saliyah, Kadudampit, Turuwara merupakan genus tanaman berbunga yang tumbuh di ketinggian 1.000-4.000 mdpl.
Azalea jenis Rhododendron macgregoriae F Muell merupakan salah satu jenis azalea asli Indonesia terutama banyak ditemui di Papua. Tanaman dengan famili atau suku Ericaceae ini lebih sering dikenal dengan nama Itanamuke di daerah aslinya.
Masyarakat Suku Dani mempercayai Itanamuke mengandung zat antibakterial dan andromedatoxin yang bersifat racun dan menyebabkan muntah, kejang, hingga kematian.
Selain itu Suku Dani dan masyarakat Papua secara luas menggunakan Itanamuke sebagai salah satu obat yang dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit, seperti kudis, gatal, panu dan lain sebagainya.
Editor: Donald Karouw