5 Fakta Kematian Dokter Paru Satu-satunya di Nabire, Nomor 3 Tidak Wajar
“Tim inafis Polres Nabire sudah ke tempat kejadian untuk olah TKP. Saat ini jenazah sudah di RSUD Nabire dan lagi diperiksa. Kami masih mendalami dan menunggu hasil pemeriksaan dokter terhadap jasad korban,” ujar Kapolres, Kamis (9/3/2023).
3. Mulut berbusa, luka lebam dan tulang rusuk patah
Faka mengejutkan disampaikan Ketua Perhimpunan Dokter Paru Cabang Papua dr Hendra Sihombing. Dia mengakui menerima informasi ada kejanggalan dalam kematian dr Mawartih.
"Jadi, kami sangat prihatin atas kejadian ini. Dari laporan itu ada ketidakwajaran. Kami masih menunggu hasil autopsi resmi dari polis. Kami berharap visum itu segera diselesaikan sehingga langkah-langkah selanjutnya bisa dilaksanakan dan berjalan dengan baik," katanya, Senin (13/3/2023).
Menurut laporan yang dia terima, korban ditemukan dalam kondisi mulut berbusa dan ada luka lebam di tubuh. Keluarga menyampaikan pada bagian punggung belakang tubuh korban membiru serta di bagian leher dan tulang rusuk patah.
"Kami masih menunggu hasil resmi dari autopsi Porli. Sebagai ketua, saya berharap kepada aparat penegak hukum untuk segera menyelesaikan kasus ini dengan titik terang penyelesaian terbaik dan pelaku segera ditangkap, diproses sesuai hukum yang berlaku," ujar Hendra.