Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Duduk Perkara Anggota TNI Bentrok dengan Warga di Lampung Utara
Advertisement . Scroll to see content

5 Fakta Anggota TNI Bacok Komandan Letkol Inf Tamami di Manokwari, Nomor 3 Diduga soal Rasisme

Kamis, 26 Oktober 2023 - 09:27:00 WIB
5 Fakta Anggota TNI Bacok Komandan Letkol Inf Tamami di Manokwari, Nomor 3 Diduga soal Rasisme
Dansatdik Secata Rindam XVIII Kasuari Letkol Inf Tamami yang dibacok anak buahnya berinisial Praka DRB. (Foto: Tangkapan layar)
Advertisement . Scroll to see content

Serangan ini mengakibatkan Letkol Inf Tamami terluka dan langsung dibawa anggota lain ke Klinik Kesehatan Secata Rindam XVIII Kasuari untuk mendapatkan pertolongan pertama.

4. Praka DRB ditangkap

Seusai pembacokan, Praka DRB kembali ke rumahnya. Kemudian anggota Provost dan Pam Secata Rindam XVIII Kasuari datang ke rumah pelaku dan segera mengamankannya.

Saat ini Praka DRB ditahan Pomdam XVIII Kasuari. Pemeriksaan secara intensif terus dilakukan untuk mengungkap kejadian ini.

5. Respons Kodam Kasuari

Kepala Penerangan Kodam Kasuari Kolonel Inf Syawaludin Abuhasan mengatakan, saat ini masih menyelidiki kasus anggota TNI membacok komandannya. Dia membantah adanya kata-kata rasisme yang menyebabkan insiden tersebut. 

Dia memastikan akan memberikan keterangan resmi untuk menjelaskan situasi ini secara jelas. Hal ini untuk menghindari informasi yang simpang siur.

"Karena kalau informasinya versi A, versi B kan nggak bagus. Informasi kata rasis itu saya tegaskan nggak ada, cuma yang saya bilang tadi, nanti dicek secara jelas sehingga informasi dari kita, khususnya dari saya, dari Kodam (Kodam XVIII Kasuari), informasi satu, tidak ada terjadi pembiasan atau dipolitisir orang-orang yang tidak bertanggung jawab," ucapnya.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut