2 Polisi Luka-Luka saat Demo Banjir di Kota Sorong, 2 Mahasiswa Diamankan
Kapolres Sorong kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan kepada wartawan mengatakan, tidak mentlerir aksi massa yang melakukan kekerasan, apalagi dua anggotanya terluka.
"Tadi ada informasi anggota saya yang kena, tetap kami proses. Anggota sekarang divisum setelah itu buat laporan polisi setelah itu kita lakukan upaya-upaya. Tetap diperiksa tidak ada ampun dari kita. Siapa pun apalagi anggota saya korban tetap kita buat laporan polisi," ujar AKBP Ary Nyoto Setiawan.
Menurut kapolres, jajarannya akan menerbitkan laporan untuk menyidik siapa pelaku yang menyebabkan kericuhan tersebut.
Koordinator aksi, Abdul Loklomin mengatakan, unjuk rasa mahasiswa ini sebagai bentuk perhatian kepada Pemkot Sorong agar lebih serius dalam menyelesaikan persoalan bencana banjir yang melanda Kota Sorong dan telah memakan korban jiwa berjumlah tujuh orang itu.
“Kami memberikan ultimatum kepada pemerintah, agar dalam satu bulan ke depan semua penanganan banjir di Kota Sorong harus tuntas,” katanya.
Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau yang menemui massa mengatakan, banjir di Kota Sorong bukan atas kemauan pemerintah.
“Bencana itu adalah peristiwa yang tidak pernah diduga. Kami telah melakukan langkah-langkah untuk penanganan banjir,” katanya.
Editor: Kastolani Marzuki