10 Makanan Khas Papua Barat yang Menggugah Selera, Nomor 6 Patut Dicoba
3. Rica-Rica Cacing Laut
Rica-rica cacing laut merupakan salah satu makanan khas Papua Barat. Masyarakat setempat percaya masakan ini sangat ampuh dalam meningkatkan kejantanan laki-laki.
Cacing laut ini mengandung protein yang baik untuk tubuh. Dalam penyajiannya, makanan ini diolah dengan cara digoreng dan dibumbui rica-rica pedas.
4. Ikan Bungkus Daun Talas
Ikan bungkus daun talas termasuk sajian yang menggunakan bahan utama ikan laut. Masakan di Papua memang banyak dengan bahan olahan ikan hasil laut.
Penyajiannya dengan cara dimasak menggunakan bumbu kuning dan dikukus.
5. Tumis Bunga Pepaya
Tumis bunga pepaya menjadi salah satu makanan khas Papua Barat. Rasa masakan ini di lidah ada asin dan agak pahit. Masyarakat lokal umumnya menyantap tumis bunga pepaya sebagai hidangan pelengkap saat menikmati ikan maupun papeda.
6. Kapurung
Makanan khas Papua Barat selanjutnya yakni Kapurung. Masakan ini termasuk sajian makanan berkuah yang memiliki tampilan layaknya sop ikan.
Namun bedanya, masakan Kapurung menggunakan ikan peda atau ikan kembung sebagai olahan utamanya. Makanan khas Papua Barat ini patut dicoba. Apalagi ada olahan bumbu khas papua dan papeda dalam sajian sup ikan tersebut.
7. Ikan Kuah Kuning
Selain masakan pedas, Papua Barat juga terkenal dengan sajian ikan kuah kuningnya. Ikan kuah kuning ini kerap disajikan bersama dengan papeda.
8. Sagu Lempeng
Papua Barat terkenal dengan ragam makanan berbahan sagunya. Salah satunya lempeng sagu atau sagu lempeng. Bentuk dan proses pembuatannya sama dengan pembuatan roti tawar pada umumnya.
9. Ulat Sagu
Makanan khas masyarakat lokal Papua Barat satu ini jarang ditemui di wilayah Indonesia lainnya. Umumnya, ulat sagu diolah dengan cara di tusuk-tusuk dan dibakar. Bumbu yang dipakai pun cukup sederhana hanya ditaburi dengan garam.
10. Bubur Papeda
Makanan khas satu ini sangat mudah dijumpai di setiap daerah di Papua Barat. Masyarakat lokal menjadikan bubur papeda sebagai makanan pengganti nasi. Maka heran jika bertandang di wilayah Papua Barat sedikit menemukan menu nasi.
Editor: Donald Karouw