Warga Arak Jenazah Pemuda Korban Penembakan ke Polres dan DPRD Belu
Aksi saling dorong pun terjadi antara keluarga korban dan anggota polisi. Warga akhirnya berhasil masuk ke halaman Mapolres Belu. Mereka menuntut agar pelaku dapat dihadirkan.
Namun, permintaan itu ditolak. Warga akhirnya kembali mengarak jenazah korban ke kantor DPRD Belu.
Salah seorang keluarga korban, Sipri Manek mengatakan, saat ini keluarga hanya berharap agar oknum polisi diproses hukum.
“Kami minta pelakunya diproses hukum karena negara kita negara hukum. Tidak ada warga negara indonesia yang kebal hukum,” katanya.
Kapolda NTT, Irjen Pol Setyo Budiyanto, mengatakan, polisi di Polres Belu menembak mati seorang pelaku pengeroyokan di daerah itu yang masuk ke dalam DPO.
“Sesuai laporan singkat dari kepala Polres, warga yang tertembak itu orang yang masuk dalam DPO perkara pengeroyokan dan tertembak saat akan dilakukan penangkapan," katanya..
Dia mengatakan, polisi setempat saat ini sedang mendalami informasi lengkapnya dan kronologi kasus tertembaknya pria berinisial GYL itu. Ia juga mengatakan telah memerintahkan kepala Bidang Propam Polda NTT untuk berangkat ke Kabupaten Belu mencari informasi pasti soal kasus itu.
Editor: Kastolani Marzuki