Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Korban Agus Difabel Bertambah jadi 15 Perempuan, Modus Pakai Mantra dan Mandi Suci
Advertisement . Scroll to see content

Uma Lengge, Bangunan Tradisional Suku Mbojo yang Tak Bisa Dinaiki Tikus karena Mantra

Rabu, 21 Desember 2022 - 11:41:00 WIB
Uma Lengge, Bangunan Tradisional Suku Mbojo yang Tak Bisa Dinaiki Tikus karena Mantra
Uma Lengge, Bangunan Tradisional Suku Mbojo (Foto: Dok DJKN Kementerian Keuangan)
Advertisement . Scroll to see content

BIMA, iNews.id - Uma Lengge nama bangunan tradisional suku Mbojo banyak ditemukan di Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Bangunan ini rupanya sudah ada sejak ratusan tahun atau ribuan tahun lalu.

Bangunan yang mirip rumah ini sudah ada sejak ratusan bahkan ribuan tahun silam. Bahasa Mbojo menyebutan jika uma berarti rumah sementara lengge yakni bentuk tinggi dan mengerucut. Sehingga Uma Lengge bisa disebut rumah yang (atapnya) tinggi mengerucut.

Tetapi, masyarakat Donggo melafalkan kata lengge sebagai leme. Sehigga bagi warga Donggo mereka menyebutkan lumbung dan rumah sebagai uma leme. 

Yang membedakan hanya atap uma leme tampak lebih runcing daripada atap uma lengge. Sebenarnya, Lengge merupakan nama bahan utama dalam pembuatan rumah tradisional ini. 

Lengge terbuat dari kayu ukuran 40x40 cm yang ada empat buah. Kayu ini diletakkan pada bagian atas tiang utama. 

Lengge fungsinya sebagai penopang bagian atas bagunan. Uma Lengge juga sulit untuk dinaiki. Untuk bisa ke atap warga harus memakai tangga. Menariknya, tikus pun tidak dapat naik ke atas rumah karena terhalang oleh Ngapi dan batu fondasi pun konon katanya dimantrai sando (dukun).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut