UBG dan Unram Kembangkan Inovasi Peternakan Trigona Berbasis Eduekowisata di Desa Medana

Selain itu, tim juga memberikan pelatihan penerapan teknologi tepat guna untuk pembuatan keripik kelapa kepada KWT Tamara sebagai upaya meningkatkan nilai tambah produk lokal. Pelatihan manajemen keuangan sederhana turut diberikan agar anggota kelompok dapat mengelola hasil produksi secara lebih terencana dan berkelanjutan.
Ketua Tim Pelaksana Ni Ketut Putri Nila Sudewi, S.S., M.Hum. menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis masyarakat, tetapi juga untuk memperluas potensi ekonomi desa melalui sektor eduekowisata.
“Dalam program ini, kami memberikan pendampingan menyeluruh kepada masyarakat, mulai dari teknik dasar hingga inovasi pemeliharaan trigona, termasuk pelatihan splitting koloni yang sangat penting untuk meningkatkan produktivitas lebah. Selain itu, kami juga membantu masyarakat mengembangkan konsep eduekowisata trigona sebagai daya tarik baru Desa Medana,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kelancaran kegiatan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) serta DPPM atas dukungan pendanaan dan pendampingannya. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat Desa Medana dapat terus berinovasi dan memanfaatkan potensi lokal secara optimal, baik dari aspek produksi maupun pengelolaan dan pemasaran,” tuturnya.
Lebih lanjut, Putri Nila menyatakan bahwa program Kosabangsa ini merupakan contoh nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi yang berdaya guna.
“Harapan kami, program ini tidak berhenti di sini, tetapi dapat berlanjut menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, Desa Medana dapat berkembang menjadi desa eduekowisata yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing tinggi,” katanya.
Editor: Anindita Trinoviana