Sirkuit Mandalika Gunakan Aspal Terbaik Dunia, Kalahkan Sepang Malaysia
Dia mengungkapkan, ada sejumlah keunggulan memakai aspal SMA ini. Salah satunya pebalap tidak mudah tergelincir saat kondisi hujan. Hal ini akan mengurangi risiko pengendara terjatuh saat melintas di lintasan basah.
Untuk mendukung penggunaan SMA ini, pihaknya mendatangkan batu Tau agregat kasar dari Palu, Sulawesi Tengah. Batu Palu ini terkenal dengan kekerasannya.
"Tapi untuk aspal lapisan bawah kami menggunakan batu dari Lombok Utara dan Lombok Timur," ujarnya.
Untuk mendatangkan batu dari Palu dilakukan secara bertahap. Tahap pertama 4.000 ton dan tahap ketiga 3.000 ton sehingga semuanya 7.000 ton.
Selain itu, pihaknya juga mendatangkan Additives Cellulose Fiber dari Jerman untuk bisa merekatkan batu dan aspal serta Limestone filler yang berasal dari Ponorogo dan Probolinggo, Jawa Timur.
"Jadi kami bawa yang terbaik di dunia untuk sirkuit Mandalika," ucapnya.
Editor: Donald Karouw