Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Demo Mahasiswa di Kantor Gubernur NTB Ricuh, 3 Orang Dilarikan ke RS
Advertisement . Scroll to see content

Penampakan Rumah Warga di Mataram Rusak Parah Terdampak Abrasi

Senin, 26 Desember 2022 - 17:17:00 WIB
Penampakan Rumah Warga di Mataram Rusak Parah Terdampak Abrasi
Kondisi salah satu rumah milik warga terdampak abrasi di Lingkungan Mapak Indah Kota Mataram, NTB, Senin (26/12-2022). (Foto: Antara/Nirkomala
Advertisement . Scroll to see content

MATARAM, iNews.id - Sejumlah warga di Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi korban abrasi pantai. Beberapa warga bahkan sudah mengungsi untuk menghindari bahaya.

mengusulkan agar warga yang terdampak abrasi pantai akibat cuaca ekstrem direlokasi untuk menghindari bencana serupa ke depan.

Camat Sekarbela Cahya Samudra mengatakan, karena kondisi rumah warga yang sudah sangat dekat dengan pesisir pantai yakni sekitar 5 meter, salah satu solusi jangka panjang yang harus dilakukan relokasi. Ada 18 kepala keluarga (KK) yang terdampak. Beberapa rumah bahkan kondisinya rusak parah karena terjangan ombak.

"Kita tidak hanya memikirkan solusi bagi 18 KK ini saja, tetapi juga bagi warga yang ada di bagian belakangnya. Karena cepat maupun lambat, mereka juga akan terdampak," katanya, Senin (26/12/2022).

Data dari kecamatan mencatat, warga di Kecamatan Sekarbela yang terdampak sebanyak 18 KK. Rinciannya 13 KK di Lingkungan Mapak Indah dan 5 KK di Lingkungan Pantai Gading.

"Rumah mereka itu sudah habis tergerus gelombang," katanya.

Dikatakan, sebanyak 18 KK itu saat sudah mengungsi ke rumah keluarga mereka terdekat, sebab mereka tidak mau dibuatkan tenda darurat dengan pertimbangan kenyamanan.

"Jadi warga yang terdampak abrasi memilih tinggal di rumah keluarga terdekat masing-masing. Sementara kita mencari solusi untuk jangka pendek dan panjang," ucapnya.

Cahya mengatakan, jumlah KK yang berpotensi terdampak gelombang pasang khususnya di Kecamatan Sekarbela saat ini sekitar 38 KK berada pada tiga lingkungan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut