Kisah Kiai Mas Mirah, Ulama Penyebar Ajaran Islam di Pulau Lombok
"Oleh karena itu, makam Kiai Mas Mirah bersama ayahnya sering dikunjungi peziarah dari Jawa," katanya dikutip dari iNewsLombok.id, Selasa (26/7/2022).
Dalam berdakwah, Kiai Mas Mirah dikenal paling simpel dan mudah dicerna umat. Bahasa dakwahnya paling populer di Lombok yakni 'solah mu gaweq, solah mu dait, lenge mu gaweq, lenge mu dait' yang memiliki arti "baik Anda kerjakan, maka baik pula yang Anda dapatkan. Jelek Anda kerjakan, maka jelek pula yang Anda dapatkan.
"Namun sayangnya, tidak banyak peninggalan yang tersisa dari Kiai Mas Mirah. Bahkan silsilah lengkap keluarga kiai telah dimusnahkan saat penaklukan Lombok oleh penjajah. Itu yang membuat kesulitan keluarga mencari mata rantai silsilah," katanya.
"Peninggalan yang tersisa hanya bejana. Itu pernah didatangi Dinas Kebudayaan untuk didaftarkan menjadi situs purbakala," ujar M Amin.
Air yang dimasukkan dalam bejana tersebut diyakini dapat menyembuhkan orang sakit sehingga banyak masyarakat mengambil air pada bejana tersebut untuk pengobatan.