Kisah Inspiratif Stephani Gabriella Asal Sumbawa, Lulus Sempurna dari UGM IPK 4.00
“Dari Sumbawa sendiri, masih sangat banyak anak yang tidak bisa kuliah atau bisa kuliah tapi berhenti di tengah-tengah karena ekonomi tiba-tiba susah. Saya mencoba mengingat bahwa setiap langkah saya di Pulau Jawa itu dibayar mahal oleh orang tua saya, sehingga tidak boleh bagi saya untuk semena-mena menggunakan kesempatan tersebut,” katanya.
Motivasi Stephani memilih jurusan hukum adalah karena kecintaannya pada tantangan dalam persidangan. Menurutnya, ilmu hukum juga sangat versatile dan bisa diterapkan di berbagai bidang pekerjaan.
“Memenangkan perkara dalam sidang itu menjadi sesuatu yang menantang. Tapi selain itu, sebenarnya dari sisi lain fakultas hukum itu sangat versatile, ilmunya bisa digunakan untuk berbagai macam pekerjaan,” ucapnya.
Dalam hidup, dia selalu berpegang pada prinsip sederhana: punya tujuan baru baik saat berhasil maupun gagal. Ia juga terinspirasi filosofi Roger Federer, a point is just a point, yang mengajarkan agar tidak larut dalam kemenangan atau kegagalan.
Setelah lulus, Stephani langsung menapaki karier sebagai trainee associate di Assegaf Hamzah & Partners, salah satu firma hukum terkemuka di Indonesia.
Kisah inspiratif Stephani menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar gelar, melainkan amanah yang harus dijalani dengan sepenuh hati. Dari Sumbawa hingga Yogyakarta, dia berhasil menunjukkan bahwa semangat, disiplin, dan dukungan keluarga mampu menghantarkan anak daerah menuju prestasi gemilang.
Editor: Donald Karouw