Kisah Inspiratif Indah, Anak Guru Honorer Lolos Kuliah Gratis di UGM
Sehari-hari Muhidin berprofesi sebagai guru honorer. Lulusan Pertanian Universitas Mataram tahun 1990 ini mengaku tak langsung mendapatkan pekerjaan setelah wisuda. Beruntung, dua tahun berselang, temannya menawarkan posisi guru matematika di MAS NW Korleko.
Sejak saat itulah Muhidin mengabdikan diri sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.
“Pernah juga saya ikut teman jadi TKI di Malaysia, tetapi hanya setahun. Selepas itu, saya kembali lagi jadi guru,” katanya.
Lebih dari 30 tahun Muhidin mengajar, berbagai karakter anak telah dia temui. Adakalanya, di ruang guru, dia dan beberapa rekan menangisi anak-anak yang terlampau nakal. Meski begitu, dia tetap mendoakan agar segala ilmu yang dia berikan bisa bermanfaat buat mereka.
Dengan penghasilan sebesar Rp2.000.000 sebulan, Muhidin harus putar otak untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Terlebih, pada Desember ini, dia tidak lagi menerima uang sertifikasi karena telah memasuki usia pensiun. Meski masih diperbolehkan mengajar, penghasilannya akan berkurang drastis karena hanya mendapat gaji pokok Rp500.000 per bulan.
“Untuk tambah-tambah, setelah mengajar, saya juga ngarit rumput untuk pakan sapi,” ujar Muhidin.