Karyawan Mal di Mataram Bobol Brankas Perusahaan Rp358 Juta, Modus Disamarkan Uang Mainan
Setelah dilakukan pengecekan, brankas yang seharusnya berisi Rp418 juta ternyata hanya menyisakan sekitar Rp60 juta, sehingga kerugian ditaksir mencapai Rp358 juta.
“Hasil penyelidikan mengungkap bahwa Galih melakukan pencurian secara berulang selama hampir dua bulan dari 2 Agustus hingga 25 September 2025. Pelaku mengetahui kode brankas setelah mengintip kasir yang membukanya. Dia kemudian memanfaatkan waktu saat kantor sepi untuk mengambil uang secara bertahap,” ucapnya.
Dalam pengakuannya, Galih menyebut bahwa uang hasil curian digunakan untuk investasi kripto. Namun, alih-alih mendapat keuntungan, ia justru mengalami kerugian besar. “Uang itu dipakai untuk trading crypto, tapi semuanya habis. Tidak ada keuntungan yang didapat,” katanya.
Editor: Kurnia Illahi