Kapal Wisata Tenggelam di Perairan Bima, 45 Penumpang dan ABK Dievakuasi Selamat
Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan Sukha Sail menjadi kapal pertama yang mengevakuasi para korban dari lifecraft. Mereka kemudian dipindahkan ke kapal yang berukuran lebih besar.
"Selanjutnya, para korban dievakuasi ke kapal Majestic dan Sultan. Sebanyak 17 orang dievakuasi ke kapal Sultan, sementara 28 orang lainnya berada di kapal Majestic," ujar Hariyadi dikutip dari iNews Lombok, Jumat (17/7/2026).
Untuk mempercepat pemindahan korban ke daratan, KM Amokti Palapa diberangkatkan dari Pelabuhan Bima menuju titik penjemputan pada Jumat (17/7/2026) pukul 02.45 WITA.
Seluruh korban kemudian dibawa menuju Pelabuhan Bima dan tiba sekitar pukul 09.23 WITA. Mereka selanjutnya menjalani pemeriksaan serta penanganan lebih lanjut.
"Prioritas utama kami adalah keselamatan seluruh penumpang dan kru. Alhamdulillah, kerja keras tim di lapangan membuahkan hasil. Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan telah tiba pada pukul 09.23 Wita di Pelabuhan Bima dengan menggunakan kapal KM Amokti Palapa untuk penanganan lebih lanjut," ucapnya.
Setelah seluruh penumpang dan ABK dipastikan telah tiba dengan selamat, Basarnas menutup operasi pencarian dan pertolongan.
Editor: Donald Karouw