Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Bumi Magnitudo 3,7 Guncang Lombok Barat, Warga Mataram Berhamburan Keluar Rumah
Advertisement . Scroll to see content

Jenazah PMI Lombok Barat Korban Gempa Turki Disambut Isak Tangis Keluarga

Kamis, 23 Februari 2023 - 17:52:00 WIB
Jenazah PMI Lombok Barat Korban Gempa Turki Disambut Isak Tangis Keluarga
Jenazah PMI asal Lombok Barat korban gempa Turki tiba di rumah duka disambut isak tangis keluarga, Kamis (23/2/2023). (Foto: iNews/Muzakir)
Advertisement . Scroll to see content

Kemenlu langsung menghubungi keluarga korban. Atas permintaan keluarganya, Kemenlu bersama pihak-pihak terkait mengurusi proses pemulangan jenazah ke Lombok. "Dan hari ini dapat kita bawa ke rumah duka," katanya.

Judha menyampaikan, Kemenlu menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama semua pihak yang telah membantu proses pemulangan jenazah. Tak lupa mengucapkan duka mendalam atas meninggalnya salah satu pahlawan devisa itu.

Atase Kepolisian RI KBRI Angkara, Kombespol Purwanto Pujisuta menambahkan, ada banyak pihak yang terlibat dalam proses pencarian jenazah. Di samping menemukan korban, pihaknya mendapati sejumlah barang milik Irma, seperti pasport, dan lain sebagainya.

Seluruh barang yang ditemukan itu langsung diserahkan kepada pihak keluarga kemarin. Dia mengatakan, proses pemulangan perempuan 31 tahun itu berjalan lancar. 'Atas nama negara, kami menyerahkan seluruh barang dan harta milik jenazah," tutupnya.

Nahrawi orang tua Irama Lestari mengaku sangat terpukul atas kepergian anaknya. Meski begitu, dia bersama seluruh keluarga telah mengikhlaskannya. "Sedih, tapi sebagai manusia, kita harus bisa menerima ketentuan dari yang kuasa," ujarnya.

Nahrawi menceritakan, kabar duka tentang meninggalnya anaknya diterima pada tanggal 17 Februari lalu dari kedutaan besar Indonesia. Dia menerangkan, dari informasi yang diterimanya, nyawa korban tidak bisa diselamatkan karena tertimpa reruntuhan apartemen tempat tinggalnya di kota Diyarbakir Turki.

Nahrawi menuturkan, putrinya berangkat menjadi PMI sejak 2 tahun lalu dan belum pernah pulang. Tetapi selalu ada kontak, dan sering berkirim kabar melalui telepon. "Kami telah mengikhlaskan kepergiannya, dan kami bersyukur bisa dipulangkan," katanya.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut