Gunung Tambora di NTB Naik Status ke Level II Waspada, Aktivitas Magma Meningkat
Data kegempaan pada periode 1 hingga 9 Maret 2026 juga menunjukkan aktivitas seismik yang masih cukup intensif.
Dalam periode tersebut tercatat sembilan kejadian gempa guguran, 88 gempa vulkanik dalam, 40 gempa tektonik lokal serta 24 gempa tektonik jauh.
Dominasi gempa vulkanik dalam menunjukkan bahwa dinamika magmatik di bawah tubuh gunung api masih berlangsung dan berpotensi meningkatkan aktivitas pada periode selanjutnya.
Secara visual, kondisi puncak Gunung Tambora umumnya teramati jelas hingga tertutup kabut. Namun selama periode pengamatan tidak terlihat adanya asap kawah.
Sehubungan dengan peningkatan status tersebut, masyarakat di sekitar Gunung Tambora serta pengunjung atau wisatawan diminta tidak memasuki wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Selain itu, masyarakat juga dilarang turun ke dasar kaldera serta tidak mendekati kerucut parasit Doro Afi Toi maupun Doro Afi Bou serta lubang-lubang tembusan gas yang terdapat di dasar kaldera.
“Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai potensi bahaya guguran atau longsoran batuan pada tebing dan dinding kaldera yang sewaktu-waktu dapat terjadi akibat ketidakstabilan lereng,” katanya.
Editor: Donald Karouw