Doa Niat Puasa Idul Adha Hari Arafah dan Tarwiyah, Boleh Dibaca Pagi jika Lupa
"Dari Aisyah radhiyallahuanha berkata bahwa Rasulullah SAW datang kepadaku pada suatu hari dan bertanya, “Apakah kamu punya makanan?”. Aku menjawab, ”Tidak”. Beliau lalu berkata, ”Kalau begitu aku berpuasa”. (HR. Muslim)
Para ulama menyimpulkan bahwa puasa ini adalah puasa sunnah dan bukan puasa wajib. Sebab kalau seandainya puasa ini puasa wajib, tentunya Rasulullah SAW tidak mungkin siang-siang datang ke rumah istri Nabi SAW sambil berniat untuk makan di siang hari.
Terkait melafadzkan niat, Ustadz Isnan Anshory mengatakan, para ulama sepakat bahwa melafazkan niat di setiap ibadah hukumnya sunnah dengan menyerasikan antara lafaz niat dengan niat yang ada di hati.
Bacaan Niat Puasa Tarwiyah
Sebelum melaksanakan puasa Tarwiyah perlu mengetahui niatnya. Sebab, segala perbuatan atau amal bergantung pada niat.
1. Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah):
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى
Latin: Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta'ala.
Niat Puasa Tarwiyah Pagi Hari atau setelah fajar:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ تَرْوِيَةَ لِلهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i sunnati Tarwiyata lillahi ta‘ala.”