Warga Malra Blokir Jalan Tolak Pelantikan Kepala Desa
MALUKU TENGGARA, iNews.id - Warga Maluku Tenggara (Malra) dari marga Rettob, Desa Wearlilir, Kei Kecil, memblokir jalan, Kamis (12/8/2021) malam, karena merasa Bupati Thaher Hanubun melanggar kesepakatan untuk menunda pelantikan kepala desa. Siang sebelumnya warga menggeruduk kantor bupati meminta untuk tidak melantik kepala desa hingga terjadi mediasi.
Bupati Thaher diketahui tetap melantik kepala desa, warga yang mengetahui hal itu turun ke jalan dan memblokir jalan utama di pertigaan Desa Wearililir. Pemblokiran dilakukan sekitar pukul 16:00 WIT hingga pukul 23:00 WIT hingga Kapolres Tual, AKBP Dax Emmanuelle turun ke lokasi untuk berdialog dengan warga.
"Semua ini terjadi karena adanya kesalahpahaman sejarah yang berbeda antara dua kelompok marga Rettob dan Retobjaan," kata Camat Kei Kecil, Korneles Rettob.
Korneles mengakui, siang sebelumnya hasil mediasi dari pihak bupati terjadi kesepakatan dengan warga untuk menunda pelantikan Kepala Desa Wearlilir. Pelantikan bisa dilakukan setelah dua kelompok warga berdialog untuk menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi.
Kapolres Dax meminta warga untuk menjaga keamanan bersama. Dia memastikan polisi akan membahas persoalan ini dengan bupati dan raja.