Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Konten Pocong Meresahkan Viral di Jember, Emak-Emak Ditangkap Polisi
Advertisement . Scroll to see content

Viral Video Gubernur Maluku Marah, PDIP: Ada Oknum Ingin Jatuhkan Kredibilitas

Sabtu, 08 Mei 2021 - 07:57:00 WIB
Viral Video Gubernur Maluku Marah, PDIP: Ada Oknum Ingin Jatuhkan Kredibilitas
Tangkapan layar Gubernur Maluku Murad Ismail saat membentak perempuan yang ternyata protokoler Istana. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

 AMBON, iNews.id - DPD PDIP Maluku menduga ada motif tertentu di balik beredarnya video Gubernur Murad Ismail memarahi seorang perempuan yang viral di media sosial. Video itu diduga untuk menjatuhkan kredibilitas gubernur.

"Kami menduga ada oknum-oknum tertentu yang dengan sengaja memposting sebuah video yang seakan-akan gubernur memarahi seorang ibu di kawasan Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon," kata Wakil Ketua DPD PDIP Maluku Robby Tutuhatunewa dalam konferensi pers di Ambon, Jumat (7/5/2021).

Menurut dia, video tersebut diambil seseorang sejak dua tahun lalu ketika Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Kota Ambon pascabencana alam gempa tektonik yang mengguncang Pulau Ambon, Pulau Haruku, dan sebagian Pulau Seram Bagian Barat secara bertubi-tubi.

Saat itu kepala negara hendak meninjau warga korban gempa bumi di Kecamatan Salahutu, namun dalam perjalan di Desa Passo Presiden berhenti sejenak dan menyapa warga di tepi jalan.

"Postingan video tentang Gubernur Maluku yang diviralkan melalui media sosial merupakan tindakan yang sangat tidak beretika, karena yang bersangkutan dengan sengaja mendistribusikan atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dengan tujuan penghinaan, pencemaran nama baik gubernur," kata Roby.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut