JAKARTA, iNews.id – Korban jiwa akibat gempa bermagnitudo 7,2 di Halmahera Selatan, Maluku Utara, bertambah. Update data BPBD setempat hingga Selasa (16/7/2019) malam, tercatat sudah enam warga meninggal dalam peristiwa ini. Lima akibat tertimpa reruntuhan bangunan, sedangkan satu korban meninggal di lokasi pengungsian.
“Satu korban atas nama Saima (90) warga Nyonyifi meninggal dunia di pengungsian daerah dataran tinggi di Kecamatan Bacan Timur,” ujar Plh Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo di Jakarta, Rabu (17/7/2019)
Gempa Berkekuatan Magnitudo 4,4 Guncang Labuha Halmahera Selatan Rabu Dini Hari
Menurutnya, saat ini bantuan logistik terus mengalir untuk penanganan darurat. BNPB juga telah mengirimkan satu unit helikopter Mi-8 untuk mendistribusikan bantuan, seperti tenda keluarga dan barang kebutuhan lainnya. Selain itu, ada juga pesawat Hercules yang membawa bantuan dan telah tiba pada Selasa (16/7) malam.
Agus menjelaskan, pengiriman bantuan tak hanya melalui jalur udara, BNPB juga membawa dukungan logistik melalui kapal. Bongkar muat dari kapal tanker ke kapal yang lebih kecil telah dilakukan.
Pengungsi Gempa di Halmahera Selatan Butuh Bantuan Makanan, Pakaian dan Selimut
“Sejauh ini Pemkab Halmahera Selatan telah membentuk penanganan darurat dan dapur umum. Kami juga dibantu TNI dan Polri untuk melayani 9 pos pengungsian di Kota Labuha,” katanya.