Tingkatkan Ketahanan Energi di Indonesia Timur, Pertamina Bangun Terminal LPG di Ambon dan Jayapura
“Pembangunan terminal ini sejalan dengan peningkatan konsumsi LPG dari tahun ke tahun. Jika dibandingkan 2019, ada kenaikan jumlah konsumsi LPG sekitar 15 persen di tahun 2020,” katanya.
Sejak tahun 2016, tren konsumsi menunjukkan kenaikan rata-rata tahunan sekitar 24 persen. Pada 2016, konsumsi mencapai 4.120 MT (Metric Ton), sedangkan di tahun 2019 menjadi 8.802 MT.
"Hingga 2025, Pertamina memprediksi penggunaan LPG di wilayah timur akan tumbuh hingga level 35.263 MT," katanya.
Edi mengakui, meskipun dalam situasi pandemi, Pertamina terus berupaya untuk menyelesaikan proyek ketahanan energi. Bahkan Terminal LPG Wayame diprediksi akan dapat beroperasi pada awal pertengahan tahun 2021.
Pembangunan terminal LPG akan membawa dampak yang positif bagi masyarakat, baik kebutuhan rumah tangga ataupun bidang usaha seperti kuliner, katering dan industri. Nantinya, pembangunan ini dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan juga penyediaan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Pembangunan terminal LPG ini merupakan penugasan Pemerintah melalui Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor: 2157 K/10/MEM/2017 Tentang Penugasan Kepada PT Pertamina (Persero) dalam Pembangunan dan Pengoperasian Tangki Penyimpanan Bahan Bakar Minyak Dan Liquefied Petroleum Gas.
Terdapat empat daerah yang menjadi sasaran dibangunnya terminal LPG yakni Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB); Ambon, Maluku; Jayapura, Papua dan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Editor: Umaya Khusniah