Tersentuh Kebaikan TNI, Warga Pulau Haruku Serahkan Senjata ke Kesdam XVI Pattimura
"Saya juga dipertemukan dengan warga tersebut dan meyakinkan untuk tidak ragu dan takut menyerahkan senpi kepada negara melalui Kapten Andrey," ucapnya.
Menurutnya, dari hasil wawancara intelijen dan komunikasi sosial, warga yang identitasnya dirahasiakan itu mengaku telah menyimpan senjata sejak konflik Ambon tahun 2000.
"Alasan menyimpan senjata itu hanya untuk berjaga-jaga membela kampungnya karena pada saat itu masih sering terjadi konflik antardesa," ujar Sihombing.
Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI Ruruh Aris Setyawibawa mengapresiasi keberhasilan personel kesehatan Kodam XVI Pattimura menerima senjata ilegal dari masyarakat secara sukarela.
"Ini salah satu wujud keberhasilan personel Kesehatan Kodam XVI Pattimura selain tugas pokoknya, tapi mereka mampu mendapatkan senjata yang diserahkan secara sukarela oleh masyarakat. Ini yang kita harapkan bersama. Semoga dapat ditiru prajurit Kodam Pattimura lainnya," ujar Setyawibawa.
Dia juga mengimbau seluruh personel terus menggalakkan pendekatan secara manusiawi dan tegas kepada masyarakat, sehingga mereka secara sadar mau menyerahkan barang-barang berbahaya tersebut.
Pangdam yakin, hingga saat ini masih banyak senjata disimpan masyarakat sehingga upaya pendekatan persuasif untuk mengamankan barang berbahaya terus dilakukan. Harapannya tidak berdampak memengaruhi situasi dan kondisi keamanan di Maluku dan Maluku Utara agar tetap terjaga dan terpelihara.
Editor: Donald Karouw