Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : OPM Kembali Berulah, TNI Evakuasi Puluhan Pendulang Emas dari Awimbon ke Boven Digoel
Advertisement . Scroll to see content

Potret Slamet Riyadi, Bukti Perjuangan hingga Titik Darah Penghabisan

Senin, 14 Juni 2021 - 16:54:00 WIB
Potret Slamet Riyadi, Bukti Perjuangan hingga Titik Darah Penghabisan
Mayjen F Mollinger menyalami komandan pasukan TNI di sebagian wilayah Jateng, Slamet Riyadi pada 12 November 1949 di Stadion Solo. Belanda menyerahkan Kota Solo, Pacitan, dan sebagian wilayah pantai selatan ke RI. Foto: sejarah-tni.mil.id
Advertisement . Scroll to see content

“Mari, mari, kita terus masuk benteng! Mari, mari, maju,” kata Riyadi. Seketika pula nyawanya tak tertolong.

Riyadi mendapat penghormatan negara dengan memakamkannya di kebun kelapa Pantai Tulehu, Pulau Ambon bagian timur 5 November 1950. Setelah kondisi keamanan pulih, jazadnya dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Ambon.

Riyadi berwasiat, jika gugur di medan juang, dia ingin dimakamkan di atas tanah tempatnya gugur. Pada November 2007, pemerintah menganugerahkan Letkol Slamet Riyadi sebagai pahlawan nasional.

Editor: Erwin C Sihombing

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut