Pengungsi Korban Gempa Halmahera Selatan Butuh Bantuan Makanan dan Air Bersih
“Karena lokasi bencana berbeda-beda tempat, ada yang di pulau dan ada yang di pesisir,” kata Didik.
Kesulitan mengakses lokasi terdampak gempa juga dirasakan tim asistensi yang berada di sana. Selasa (16/7/2019), tim asistensi harus memilih menggunakan transportasi laut menuju ke lokasi bencana. “Karena letak geografis agak jauh, jadi kami gunakan laut. Kalau darat bisa 12 jam, sedangkan laut hanya sekitar 8 jam,” ujar Didik.
Melihat kendala untuk mengakses jalan tersebut, maka MDMC Maluku Utara membuat pemetaan wilayah. Mereka juga mengupayakan sumber daya manusia (SDM) terkait relawan, tim medis, dan SAR, untuk turun ke lokasi bencana.
Selain itu, mereka juga menghimpun dan mengoordinasikan penggalangan dana dengan Ortom Muhammadiyah, serta lembaga pemerintah seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mahasiswa, dan warga setempat untuk ikut serta membantu menggalang dana.
“Kami gerakkan penggalangan dana. Bahkan, siswa-siswa sekolah berbondong-bondong ikut menggalang dana. Jika hasil assesment sudah ada dan memungkinkan kami untuk membuka pos pelayanan, maka kami sudah siap,” ujar Didik.
Editor: Maria Christina