Pengecer Pertalite di Ternate Marak, Per Liter Bisa Dijual Rp16.000
Dia menjelaskan, para pengecer hanya diperbolehkan menjual BBM nonsubsidi seperti Pertamax sebagaimana aturan yang berlaku. Sehingga BBM bersubsidi seperti Pertalite hanya bisa didapatkan masyarakat di setiap SPBU, bukan lagi di tingkat pengecer.
"Kami melihat, para pembeli BBM subsidi pertalite dibeli ke SPBU dengan harga Rp10 ribu per liter, dijual Rp16 ribu di tingkat eceran, bahkan ukurannya dikurangi," katanya
Oleh karena itu, jika sosialisasi larangan tersebut telah dilakukan kepada para pengecer namun masih kedapatan ada yang menjual pertalite, maka akan ditindak tegas.
"Kami menindak tegas dan personel kepolisian bersama satgas akan ditempatkan di setiap SPBU, sehingga SPBU tidak memanfaatkan untuk menjual BBM bersubsidi ke pengecer," katanya pula.
Meski begitu, Andik mengaku sementara ini pihaknya masih menunggu revisi surat edaran dari Wali Kota Ternate tentang penertiban penjualan BBM bersubsidi yang sebelumnya telah dikeluarkan.
"Berdasarkan informasi, Wali Kota Ternate akan mengeluarkan surat pemberitahuan untuk merevisi surat edaran dan juga tim satgas dalam waktu dekat sudah bergerak," katanya lagi.
Seperti diketahui, pada kenaikan harga BBM per 3 September 2022 lalu, harga Pertalite di Ternate naik dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter. Sementara Biosolar naik dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter, Sedangkan Pertamax dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.
Editor: Rizky Agustian