Menag Yaqut Apresiasi Gereja Protestan Maluku Bangun Kerukunan Antarumat Beragama
Bahkan, budaya Pela Gandong yang merupakan hubungan kekerabatan antara dua atau lebih negeri yang saling mengangkat saudara satu sama lain karena memiliki pertalian hubungan darah maupun karena sedarah maupun karena persoalan lain tetap dihormati hingga saat ini.
Pela Gandong dari kata "Pela" dan "Gandong". Pela suatu ikatan persatuan sedangkan gandong mempunyai arti saudara sehingga Pela Gandong suatu ikatan persatuan dengan saling mengangkat saudara.
"Budaya Pela Gandong yang merupakan bingkai pemersatu antara orang-orang Maluku, perlu terus dilestarikan sehingga menjadi suatu contoh toleransi bagi provinsi-provinsi lainnya di Indonesia. Maluku akan dikenal dan dikenang sebagai provinsi yang penuh damai walaupun masyarakatnya hidup dalam heterogenitas," katanya.
Kendati demikian, menurut Menag, sejauh ini masih banyak pihak di Tanah Air belum menyadari sesungguhnya bahwa kearifan lokal, tradisi, dan adat istiadat dapat dijadikan komponen penting untuk mewujudkan kerukunan.
Nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal, seperti keceriaan hati, penghormatan terhadap sesama, mengorbankan ego pribadi untuk kepentingan bersama, serta keterbukaan pada dialog serta bermusyawarah merupakan nilai-nilai dasar yang bisa menguatkan tali-tali persaudaraan antarsesama manusia.
"Karena itu saya berharap masyarakat Maluku terus melestarikan kearifan lokal sebagai upaya membina kerukunan antarumat beragama, sehingga provinsi di Indonesia timur itu bisa menjadi satu contoh toleransi bagi provinsi-provinsi lainnya di Indonesia," katanya.
menag menyatakan bahwa apa yang disampaikan sejalan dengan nilai-nilai kristiani yang penuh kasih sebagaimana dikutip dalam Injil yakni "Hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia,” katanya.
Editor: Kastolani Marzuki