Kronologi Bentrok Warga 2 Desa di Halmahera Tengah, Berawal dari Temuan Mayat dalam Hutan
Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol Stephen M Napiun, memastikan kondisi mulai terkendali setelah ratusan personel diterjunkan.
"Kami meminta agar masyarakat tidak terpancing dengan berita maupun informasi yang bersifat provokatif. Pihak kepolisian bersama TNI sudah berada di lokasi untuk mengamankan situasi," kata Brigjen Pol Stephen M Napiun, Jumat (3/4/2026).
Sebanyak 259 personel gabungan TNI-Polri disiagakan untuk memisahkan kedua kelompok warga yang bertikai. Aparat juga terus melakukan patroli guna mencegah bentrokan susulan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak melakukan aksi balas dendam.
"Saya meminta semua pihak menahan diri. Serahkan sepenuhnya proses hukum dan pendalaman peristiwa ini kepada pihak keamanan. Jangan ada lagi aksi balas dendam yang hanya akan menambah korban," ujar Sarbin Sehe.
Hingga saat ini, situasi di kedua desa dilaporkan mulai kondusif. Namun aparat keamanan bersama pemerintah daerah Halmahera Tengah masih tetap bersiaga untuk menjaga stabilitas serta melakukan upaya mediasi antara kedua pihak.
Editor: Donald Karouw