Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, Hasyim Yusuf menyatakan, gempa berkekuatan 7 SR itu membuat warga panik dan berlarian ke daerah ketinggian. Namun, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan berbagai sarana infrastruktur akibat dari guncangan gempa tersebut.
Kendati demikian, dirinya menginstruksikan personelnya untuk tetap memantau pascagempa yang terjadi di Ternate dan berbagai daerah lain di wilayah Malut.
Sementara suasana Kota Ternate berangsur normal setelah peringatan dini tsunami berakhir. Namun, warga terutama yang berada di kawasan dataran tinggi Kalumata Puncak maupun Koloncucu Puncak, masih terlihat bertahan di luar rumah.
Di tempat terpisah, Kasubbag Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate, Iksan Muhammad Nur menyatakan, personel Basarnas disiagakan ke berbagai titik untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan pascagempa di Ternate.
“Basarnas telah menyiagakan armada dan personel untuk melakukan patroli mulai dari kawasan Jambula hingga Bandara Babullah. Kami juga mengimbau warga untuk kembali ke rumah karena peringatan dini tsunami telah berakhir,” kata Iksan.
Dari pantauan hingga Senin pagi, warga Ternate memulai aktivitas rutinnya. Di Pasar Gamalama yang berada di pesisir pantai, terlihat para pedagang mulai menjajakan dagangan. Ratusan ASN juga mengikuti apel pagi di Kantor Wali Kota Ternate yang berada di Pantai Falajawa.
Editor: Maria Christina