Kejayaan Rempah Indonesia di Masa Lampau, Kapal Dagang Asing Silih Berganti ke Malut
Sedangkan pala, awalnya dari pulau Buru, Maluku, kemudian dikembangkan secara besar-besaran di wilayah Malut setelah bangsa Eropa menjajah Malut.
Namun, tidak ada sumber resmi yang menyebutkan secara detail luas area dan produksi perkebunan rempah Malut pada masa lampau.
Kalangan sejarawan setempat memastikan, kala itu arealnya mencapai ribuan hektare karena hampir di setiap pulau di Malut menjadi sentra pengembangan rempah.
Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam kunjungannya di Malut menyampaikan harapannya agar kejayaan rempah Malut pada masa lampau tidak hanya menjadi catatan sejarah untuk dibaca, tetapi harus bisa diwujudkan kembali.
"Maluku Utara telah menarik para pedagang dari berbagai penjuru, bahkan sebelum bangsa Eropa menginjak kaki di Nusantara," ujar Ma'ruf Amin.