JAKARTA, iNews.id – Keberadaan kapal kargo MV Nur Allya yang hilang selama lebih dari satu bulan ditemukan di Laut Halmahera bagian Utara Pulau Buru, Maluku. Lokasi titik kapal tersebut ditemukan tim Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dibantu tenaga profesional dan peralatan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL), Badan Litbang ESDM.
Tim KNKT bersama P3GL menggunakan alat Pinger Locater pada lokasi diduga terdapat nilai anomali tertinggi data magnetometer. Di lokasi ini tim menangkap suara dari peralatan kapal yang tenggelam sehingga dapat diperkirakan titik tersebut merupakan lokasi tenggelamnya kapal MV Nur Allya.
Pencarian Kapal MV Nur Allya di Hari ke-7, Basarnas Pantau Lewat Udara
Konfirmasi penemuan ini akan disampaikan KNKT kepada pihak keluarga. Selain itu, direncanakan acara tabur bunga pihak keluarga korban dan panitia KNKT pada Rabu (2/10/2019).
Sebelumnya kapal kargo berbendera Indonesia yang bermuatan nikel tersebut hilang kontak di Perairan Utara Pulau Buru, Maluku pada 20 Agustus 2019. Kapal kargo milik PT Gurita Lintas Samudra diawaki 25 orang, yang berlayar dari rute Pulau Weda, Maluku Utara dengan tujuan Pelabuhan Morosi, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kapal MV Nur Allya Hilang di Perairan Maluku, Nasib 25 Penumpang Belum Diketahui
MV Nur Allya merupakan kapal kargo raksasa buatan perusahaan Jepang Sanoyas Hishino Meiso Corp pada 2002, dengan kapasitas 52.400 deadweight tonnes (dwt). Artinya mampu mengangkut beban hingga 52.400 ton, tidak termasuk berat kapal itu sendiri yang mencapai 8.394 metrik ton.