Data Terbaru Korban Gempa Ambon, 23 Orang Tewas dan Ratusan Luka-luka
Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku, Farida Salampessy membenarkan, 23 orang meninggal pascagempa tektonik bermagnitudo 6,8 yang kemudian dimutakhirkan menjadi 6,5. Para korban meninggal sebagian besar karena tertimpa reruntuhan bangunan rumah dan fasilitas umum lainnya.
“Korban terbanyak di kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah serta enam orang di Kota Ambon dan tiga lainnya di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB),” katanya.
Farida juga memastikan lebih dari 100-an warga Desa Liang, kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah mengalami luka-luka berat, sedang maupun ringan. Sementara korban luka di Kota Ambon enam orang dan di Desa Waesama, Kabupaten SBB, satu orang luka. Seluruhnya telah mendapatkan perawatan medis.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo sebelumnya menyebutkan, jumlah korban tewas pascagempa Ambon, Kamis (26/9/2019) masih terus bertambah.
Agus mengatakan, para korban tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Dia menyebut korban masih bisa bertambah mengingat pendataan masih dilakukan petugas.
“Kemungkinan besar (bertambah), saya belum lihat jumlah penduduknya. Sebenrnya bisa diprediksi dari jumlah penduduk dan jumlah rumah seperti apa,” ujar Agus.
Editor: Maria Christina