Selain itu, cuaca ekstrem juga melanda Laut Arafuru Bagian Tengah, Laut Banda Bagian Selatan, Kepulauan Sermata dan Letti sehingga mengakibatkan terjadi cuaca buruk dengan dampak bencana alam.
Kerusakan terparah akibat badai siklon tropis selama tiga hari tersebut dilaporkan terjadi di Pulau Letti dan Moa, Kabupaten MBD. Di mana air pada embung milik Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku meluap.
Air luapan ini merendam permukiman masyarakat di beberapa titik, seperti di Desa Batumiau, Tomra, Nuwewang, Laitutun dan Nulely. Pendataan sementara, masyarakat setempat telah mengungsi sejak Rabu (8/5/2019).
"Kami masih terus berkoordinasi dengan BPBD untuk memantau perkembangan penanganan darurat dampak badai siklon tropis," tutur John.
Diketahui bencana alam tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur Maluku Murad Ismail dan Wakil Gubernur Barnabas Orno. Laporan ini sebagai dasar untuk diambil langkah-langkah penanganan lanjutan.
Editor: Donald Karouw